Jakarta, RakyatBelu.ID – Kebiasaan mengonsumsi konten receh dan video pendek secara berlebihan di media sosial kini menjadi sorotan para akademisi.
Fenomena yang dikenal dengan istilah brain rot disebut dapat memengaruhi kemampuan berpikir, konsentrasi, hingga perkembangan kecerdasan seseorang.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Agustino Zulys, menjelaskan bahwa brain rot memang belum dikategorikan sebagai penyakit resmi dalam dunia medis. Namun, fenomena tersebut nyata dan telah menjadi perhatian dalam berbagai kajian ilmiah.
Menurutnya, brain rot menggambarkan kondisi ketika kemampuan berpikir seseorang mengalami penurunan akibat terlalu sering mengonsumsi konten yang cepat, dangkal, dan minim nilai reflektif di media sosial.
“Secara istilah, brain rot itu pembusukan otak. Bukan penyakit resmi, tapi fenomena nyata. Artikel ilmiah menunjukkan brain rot dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir karena terlalu banyak konsumsi konten receh, cepat, dan dangkal. Bahkan sekarang dianggap sebagai genre hiburan,” ujar Prof. Agustino Zulys.
Lonjakan Dopamin Picu Kecanduan Digital
Prof. Zulys menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama fenomena brain rot adalah lonjakan dopamin yang terjadi secara terus-menerus ketika seseorang mengonsumsi konten singkat di media sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
