Selain aspek olahraga, Chris juga menyoroti dampak ekonomi dari penyelenggaraan turnamen sepak bola berskala besar. Menurutnya, event olahraga mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan menggerakkan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
“Efeknya tidak hanya sebatas pertandingan, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat selama sebulan lebih. Bahkan jika tiket pertandingan gratis, masyarakat tetap akan datang karena antusiasme mereka sangat tinggi,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan Bupati Belu Cup 2026, ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda berbakat dari NTT.
“Saya berharap turnamen ini bisa melahirkan pemain-pemain terbaik yang nantinya membela tim nasional dan mengharumkan nama NTT maupun Indonesia,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan turnamen sebagai sarana mempererat persahabatan, terutama karena Kabupaten Belu merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penendangan bola pertama oleh Bupati Belu bersama Wakil Bupati TTU dan Ketua PSSI NTT sebagai tanda dimulainya turnamen Bupati Belu Cup 2026. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
