Pernyataan tersebut memberikan kepastian bahwa kolaborasi di bidang seni dan budaya akan menjadi agenda jangka panjang, bukan sekadar program yang bergantung pada periode kepemimpinan tertentu.
Belu jadi Jembatan Kolaborasi Indonesia dan Timor Leste
Tidak hanya memperkuat kerja sama dengan Belu, ISI Surakarta juga menyiapkan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi hingga Timor Leste.
Melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan, ISI Surakarta berencana mengembangkan berbagai program akademik lintas negara, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga penciptaan karya seni kolaboratif.
“Kita akan bekerja sama dengan Timor Leste untuk menjalankan beberapa program terkait akademik, termasuk kolaborasi antar-mahasiswa yang dapat mewujudkan persatuan di antara dua negara,” ujar Dr. Bondet.
Menurutnya, seni dan budaya memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Timor Leste melalui ruang akademik yang inklusif.
Perkuat Upaya Tari Likurai Menuju UNESCO
Komitmen ISI Surakarta juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Belu yang tengah mendorong Tari Likurai agar mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
