ISI Surakarta Pastikan Kerja Sama dengan Belu Berlanjut, Siapkan Kolaborasi Akademik hingga Timor Leste

bupati belu dan rektor ISI
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH memberikan selendang khas Belu kepada Rektor ISI Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., usai penandatanganan MoU kedua bersama Pemerintah Kabupaten Belu, Kamis (25/6/2026). (Foto: Prokopim Belu)
  • Bagikan

Pernyataan tersebut memberikan kepastian bahwa kolaborasi di bidang seni dan budaya akan menjadi agenda jangka panjang, bukan sekadar program yang bergantung pada periode kepemimpinan tertentu.

Belu jadi Jembatan Kolaborasi Indonesia dan Timor Leste

Tidak hanya memperkuat kerja sama dengan Belu, ISI Surakarta juga menyiapkan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi hingga Timor Leste.

Melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan, ISI Surakarta berencana mengembangkan berbagai program akademik lintas negara, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga penciptaan karya seni kolaboratif.

“Kita akan bekerja sama dengan Timor Leste untuk menjalankan beberapa program terkait akademik, termasuk kolaborasi antar-mahasiswa yang dapat mewujudkan persatuan di antara dua negara,” ujar Dr. Bondet.

Menurutnya, seni dan budaya memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Timor Leste melalui ruang akademik yang inklusif.

Perkuat Upaya Tari Likurai Menuju UNESCO

Komitmen ISI Surakarta juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Belu yang tengah mendorong Tari Likurai agar mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Baca Juga:
Wagub NTT Sebut Festival Persahabatan Internasional Belu jadi “Lilin Kecil” Perdamaian Dunia

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version