Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan konser lagu-lagu pujian Maria yang dibawakan sejumlah kelompok paduan suara dan vokal grup. Penampilan Vocal Grup SMAK Suria Atambua, Frater TOR Lo’o Damian, Fortino Choir, Magnificat Choir, Vocalista Bela Choir, serta duet Sibta Regina dan Aris Lopes berhasil menghadirkan nuansa teduh yang memperkuat semangat iman para peziarah.
Puncak acara berlangsung penuh haru ketika Isabela Maubere membawakan doa tentang cinta, perdamaian, dan harapan kepada Bunda Maria yang diiringi lagu-lagu Mary Hymns. Penampilan tersebut mengundang suasana reflektif dan menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang acara.
Keindahan malam semakin terasa saat pelepasan lampion dilakukan di kawasan Teluk Gurita. Lampion yang terbang menghiasi langit malam, dipadukan dengan permainan pencahayaan yang memukau, menjadi simbol doa dan harapan umat yang dipersembahkan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Selain menjadi sarana penguatan iman dan spiritualitas, Ave Maria Night 2026 juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat dari berbagai daerah dan negara tetangga. Kehadiran peziarah dari Timor Leste dan sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur menunjukkan kuatnya daya tarik kegiatan religius tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
