“Kami berharap kolaborasi ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas desa, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Rene Baria.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dan akademisi juga menjadi sarana penting untuk menanamkan semangat pengabdian, nasionalisme, dan kepekaan sosial di wilayah perbatasan.
Hadirkan Tokoh Nasional dan Akademisi
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Direktur Pascasarjana UGM, perwakilan Dekan Universitas Pertahanan RI Kampus Belu, Wadan Sektor Timur RI-RDTL, pimpinan OPD Kabupaten Belu, Ketua LPPM UNDANA Kupang, Ketua Kagama NTT, hingga Ketua Kagama Timor Leste yang mengikuti secara daring.
Selain itu, hadir pula para camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan peserta Focus Group Discussion (FGD).
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Belu menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi lintas institusi dan lintas negara demi mewujudkan Belu yang maju, mandiri, dan sejahtera sebagai wajah kebanggaan Indonesia di wilayah perbatasan. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
