Kapolres Belu mengungkapkan bahwa momentum Kapolres Belu Terima Kunjungan Polisi Perbatasan Timor Leste ini memegang peranan krusial untuk mencegah serta menanggulangi kejahatan lintas negara (transnational crime) di wilayah perbatasan NKRI dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
“Masalah perbatasan adalah masalah penting dari setiap negara yang tidak bisa kita abaikan dan harus menjadi prioritas bagi kita semua. Karena perbatasan merupakan awal dan akhir dari kedaulatan negara, di mana banyak sekali tersimpan masalah yang pencegahannya butuh kerja sama kedua negara, baik itu transnational crime maupun kejahatan konvensional yang melewati batas wilayah,” ungkap AKBP I Gede Eka Putra Astawa.
Kedekatan Kultur jadi Fondasi Penyelesaian Masalah
Lebih lanjut, Kapolres Belu menggarisbawahi bahwa hubungan historis dan kedekatan kekeluargaan yang kental antara warga di perbatasan Indonesia dan Timor Leste merupakan modal sosial yang besar.
Melalui komunikasi dan kolaborasi yang solid, diharapkan setiap dinamika atau permasalahan hukum yang muncul di tapal batas dapat diselesaikan secara persuasif dan baik tanpa harus selalu melalui jalur formal yang kaku.
Senada dengan hal tersebut, Komandan UPF PNTL menegaskan pentingnya pertemuan berkala ini untuk membangun rasa saling percaya (trust) antarah aparat keamanan kedua negara serta meminimalisasi potensi pelanggaran hukum di wilayah perbatasan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
