Kakuluk Mesak, RakyatBelu.ID – Puncak perayaan penutupan Bulan Maria atau Ave Maria Night 2026 di Kawasan Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam, berlangsung penuh khidmat dan haru.
Ribuan umat Katolik dari Timor Leste, Kabupaten Belu, serta sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur memadati lokasi untuk mengikuti doa bersama dan perayaan iman tersebut.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat berkumpul bersama umat di salah satu destinasi wisata rohani terbesar di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Menurut Willy Lay, Ave Maria Night tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa. Selain menjadi penutupan rangkaian devosi kepada Bunda Maria selama bulan Mei, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk respons umat Katolik terhadap seruan Paus Leo XIV yang mengajak seluruh umat di dunia untuk bersatu dalam doa demi terciptanya perdamaian sejati.
“Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk menutup rangkaian devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menjawab seruan Bapak Suci Paus Leo XIV. Kita bersatu berdoa memohon kedamaian bagi dunia, bangsa Indonesia, dan wilayah kita tercinta,” ujar Willy Lay di hadapan ribuan umat yang hadir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uskup Atambua yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Belu, termasuk pelaksanaan Ave Maria Night 2026.
Apresiasi untuk Marriage Encounter dan Bank NTT
Dalam sambutannya, Willy Lay memberikan penghargaan kepada Komunitas Marriage Encounter (ME) Atambua yang menjadi penggagas pelaksanaan doa bersama penutupan Bulan Maria di Teluk Gurita.
Menurutnya, ide penyelenggaraan kegiatan tersebut telah dibahas dalam berbagai pertemuan sejak April 2026 dan akhirnya dapat diwujudkan sejalan dengan ajakan universal Gereja Katolik untuk memperkuat doa bagi perdamaian dunia.
Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT Cabang Atambua selaku sponsor utama kegiatan beserta seluruh jajaran direksi yang telah mendukung suksesnya acara tersebut.
Penghargaan juga diberikan kepada seluruh ASN, non-ASN, panitia, relawan, serta berbagai elemen masyarakat yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Kisah 10 Tahun yang Menjadi Kenyataan
Momen paling mengharukan dalam sambutan Willy Lay terjadi ketika ia mengenang awal mula gagasan pembangunan Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa di Teluk Gurita.
Ia mengungkapkan bahwa sekitar satu dekade lalu, kawasan tersebut hanyalah sebuah bukit kosong tanpa fasilitas maupun bangunan ikonik. Namun dari sebuah gagasan sederhana yang lahir bersama rekan-rekannya, muncul impian untuk menghadirkan patung Bunda Maria sebagai simbol iman dan persatuan umat.
“Sepuluh tahun lalu kami berdiri di tempat ini dan bertekad bahwa suatu hari akan berdiri Patung Bunda Maria. Malam ini kita menyaksikan bersama bahwa apa yang dahulu hanya mimpi kini berdiri megah dan menjadi tempat berkumpulnya ribuan umat,” ungkapnya dengan penuh haru.
Menurut Willy Lay, keberhasilan pembangunan kawasan wisata rohani tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat, bukan pencapaian individu atau kelompok tertentu.
Ia meyakini bahwa perjalanan panjang tersebut lahir dari semangat kebersamaan, iman yang kuat, dan tuntunan Roh Kudus yang bekerja melalui banyak pihak.
Dorong jadi Agenda Tahunan
Pada kesempatan itu, Willy Lay mengajak seluruh umat Katolik untuk menjadikan Ave Maria Night sebagai agenda tahunan di Teluk Gurita.
Menurutnya, tradisi tersebut dapat menjadi sarana memperkuat iman, mempererat persaudaraan, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata rohani Kabupaten Belu.
“Jika kita semua setuju, maka penutupan Bulan Maria setiap tahun akan kita laksanakan di sini, di Teluk Gurita. Ini adalah awal yang baik dan pondasi yang sudah kita letakkan bersama. Tugas kita sekarang adalah merawat dan melanjutkannya untuk generasi mendatang,” katanya yang disambut tepuk tangan meriah umat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para suster, biarawan, biarawati, tokoh agama, dan seluruh pihak yang telah memberikan dedikasi terbaik demi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dihadiri Ribuan Umat dan Pejabat Daerah
Ave Maria Night 2026 turut dihadiri Wakil Bupati Belu, Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Staf Ahli TP PKK, Ketua Pengadilan Negeri Atambua beserta istri, Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL, perwakilan Pemerintah Kabupaten Malaka dan TTU, para Asisten Sekda Belu, pimpinan OPD, para biarawan dan biarawati, serta ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah.
Kehadiran ribuan peziarah dari dalam dan luar Kabupaten Belu semakin menegaskan posisi Teluk Gurita sebagai salah satu pusat wisata rohani dan destinasi ziarah Katolik yang terus berkembang di Nusa Tenggara Timur. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










