iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wabup Belu Tegaskan Bantuan Beras Harus Tepat Sasaran, Aparatur Diminta Disiplin

Avatar photo
wabup belu
Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Belu di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Jumat (28/8/2026). (Foto: Prokopim Belu)
  • Bagikan

Atambua, RakyatBELU.ID – Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST., menegaskan pentingnya disiplin aparatur pemerintah dan ketepatan sasaran dalam penyaluran cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Belu untuk pemberian bantuan beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Jumat (28/8/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Rapat tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Belu, pimpinan Bulog, Kasdim 1605/Belu, Kepala Dinas Pertanian, para camat, kepala desa, serta lurah.

Wabup Belu Minta Data Penerima Bantuan Diverifikasi

Dalam arahannya, Vicente meminta para camat, kepala desa, dan lurah memastikan data penerima bantuan pangan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Menurutnya, bantuan pemerintah harus diberikan kepada warga yang memang membutuhkan. Ketepatan data menjadi salah satu kunci agar program bantuan pangan tidak salah sasaran.

“Kalau kita memegang amanah dan uang untuk membantu warga ada di tangan kita, tetapi warga tetap miskin, itu menjadi tanggung jawab kita,” tegas Vicente.

Ia meminta seluruh aparatur tidak sekadar menjalankan proses administrasi penyaluran, tetapi memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Aparatur Belu Diminta Tingkatkan Disiplin

Selain persoalan penyaluran bantuan pangan, Wakil Bupati Belu juga menyoroti kedisiplinan aparatur pemerintahan.

Vicente meminta seluruh aparatur meningkatkan kehadiran dan kedisiplinan di kantor. Menurutnya, keberadaan aparatur sangat berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik.

“Kalau tidak ada di kantor, siapa yang melayani masyarakat? Kapan kita tahu apa yang dibutuhkan warga? Jika kita tidak hadir, berarti kita tidak peduli kepada masyarakat yang kita layani,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan mendengarkan kebutuhan masyarakat.

Pelayanan publik, kata dia, tidak dapat berjalan maksimal apabila aparatur tidak menjalankan tugas secara disiplin.

Warga Didorong Tidak Bergantung pada Bantuan

Vicente juga mengingatkan masyarakat agar tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia mendorong warga memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar, termasuk lahan pekarangan, untuk menanam tanaman pangan maupun komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, Kabupaten Belu memiliki potensi pertanian yang besar dan masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah lahan subur di sekitar bantaran kali dengan dukungan pompa dan saluran air.

Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Apresiasi Lurah Manuaman Buka Lahan Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Belu mengapresiasi langkah Lurah Manuaman yang berinisiatif membuka lahan pertanian dan membagikan bibit kepada masyarakat.

Menurut Vicente, langkah tersebut merupakan contoh konkret bagaimana pemerintah di tingkat kelurahan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Ia berharap inisiatif serupa dapat dikembangkan di wilayah lainnya sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mampu menghasilkan kebutuhan pangan dan komoditas yang bernilai ekonomi.

Pemerintah Tak Cukup Hanya Beri Bantuan

Di akhir arahannya, Vicente mengingatkan seluruh aparatur agar bekerja dengan hati dan menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat.

Menurutnya, tugas pemerintah bukan hanya memastikan bantuan tersalurkan, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjadi lebih mandiri.

“Pemerintah tidak cukup hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga harus mendorong masyarakat agar mampu berdiri sendiri dan meningkatkan kesejahteraannya,” tegasnya.

Dengan demikian, penyaluran cadangan pangan pemerintah di Kabupaten Belu diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga. (*/rb1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *