Ia menjelaskan, hasil produksi tomat dari Desa Rafae akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan distribusi pangan lokal.
“Ini merupakan salah satu wujud ketahanan pangan yang nantinya akan masuk ke Koperasi Merah Putih. Jika ke depan terjadi kelebihan stok, maka kita akan kirim ke kabupaten tetangga bahkan hingga Timor Leste,” jelasnya.
Lebih lanjut, komoditas tomat dari Rafae juga berpotensi masuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena kualitasnya yang dinilai segar dan layak konsumsi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum panen, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani di kawasan perbatasan, sekaligus memperkuat posisi Belu sebagai salah satu lumbung hortikultura di Nusa Tenggara Timur. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
