Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS Pekan Depan, Dipicu Konflik Timur Tengah

dolar menguat
Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS. (Foto: Okezone.com)
  • Bagikan

Untuk minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI), Ibrahim memprediksi harga masih berpotensi naik dengan level support di USD91,6 per barel dan resistance di USD110,6 per barel.

“Artinya indeks dolar dan harga minyak ini masih akan menguat di minggu depan. Ini tentu memberi tekanan tambahan terhadap mata uang Rupiah,” katanya.

Ia menjelaskan, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran dan Israel serta situasi di Selat Hormuz, menjadi perhatian serius pelaku pasar global.

Jika ketegangan meningkat dan jalur distribusi energi terganggu, harga minyak dunia diperkirakan akan melonjak lebih tinggi.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat juga masih kuat. Kondisi tersebut membuat investor global cenderung memburu dolar AS sebagai aset aman atau safe haven.

Akibatnya, mata uang emerging market termasuk Rupiah mengalami tekanan cukup besar.

Baca Juga:
Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

“Kita ada ketakutan bahwa penguatan indeks dolar dan menguatnya harga minyak mentah dunia ini akan berdampak terhadap bank sentral global yang kemungkinan besar menaikkan suku bunga secara berjamaah,” pungkas Ibrahim. (*/rb1)

Baca Juga:
Pemkab Belu Gandeng BNI Atambua, Bayar Pajak Daerah Kini Semakin Mudah

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version