Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami perubahan melalui kasih, pengampunan, dan kehidupan yang baru.
Mukjizat bukan soal Perpindahan Agama
Dr. Greco juga menyinggung berbagai kesaksian kesembuhan yang pernah terjadi dalam festival serupa di sejumlah negara.
Salah satu kisah yang ia sampaikan adalah pengalaman seorang imam Hindu yang mengalami gangguan pendengaran selama 17 tahun dan mengaku sembuh setelah didoakan dalam sebuah kegiatan pelayanan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama festival bukan mengajak orang berpindah agama, melainkan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan kasih Tuhan dalam kehidupan mereka.
“Ini bukan tentang memindahkan agama, tetapi tentang mengalami kasih Tuhan secara nyata,” katanya.
Festival Berlangsung hingga 5 Juli
Menutup sambutannya, Dr. Anthony Greco mendoakan masyarakat Atambua dan Kabupaten Belu agar terus hidup dalam kasih, persatuan, dan sukacita.
“Doa kami untuk Atambua minggu ini, semoga masyarakat mengalami kasih Tuhan sehingga tercipta kesatuan dan sukacita yang besar. Terima kasih atas persahabatan yang telah dibangun di Atambua. Tuhan selalu menyertai kita semua,” tutupnya.
Festival Persahabatan Internasional 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 5 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat persaudaraan lintas iman, budaya, dan negara, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan persahabatan di Kabupaten Belu. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










