iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

ISI Surakarta Pastikan Kerja Sama dengan Belu Berlanjut, Siapkan Kolaborasi Akademik hingga Timor Leste

Avatar photo
bupati belu dan rektor ISI
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH memberikan selendang khas Belu kepada Rektor ISI Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., usai penandatanganan MoU kedua bersama Pemerintah Kabupaten Belu, Kamis (25/6/2026). (Foto: Prokopim Belu)
  • Bagikan

Atambua, RakyatBELU.ID – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta memastikan kemitraannya dengan Pemerintah Kabupaten Belu tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi akan terus berkembang sebagai kerja sama jangka panjang yang berorientasi pada pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan diplomasi internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., usai penandatanganan MoU kedua bersama Pemerintah Kabupaten Belu, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, fondasi kerja sama yang telah dibangun selama ini menjadi pijakan untuk menghadirkan program-program akademik yang lebih luas di masa mendatang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kolaborasi Tak Berhenti meski Berganti Kepemimpinan

Dr. Bondet menegaskan hubungan antara ISI Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Belu dibangun atas dasar komitmen institusi, sehingga tidak akan terpengaruh oleh pergantian kepala daerah maupun pimpinan perguruan tinggi.

Ia memastikan berbagai program yang telah dirintis akan terus dilanjutkan demi memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Belu.

“Kami berharap ke depan, dengan adanya kerja sama ini, tidak pernah akan berhenti. Siapapun pimpinannya nanti, hubungan antara dua institusi ini, bahkan mungkin dengan Timor Leste, tetap akan dilanjutkan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memberikan kepastian bahwa kolaborasi di bidang seni dan budaya akan menjadi agenda jangka panjang, bukan sekadar program yang bergantung pada periode kepemimpinan tertentu.

Belu jadi Jembatan Kolaborasi Indonesia dan Timor Leste

Tidak hanya memperkuat kerja sama dengan Belu, ISI Surakarta juga menyiapkan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi hingga Timor Leste.

Melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan, ISI Surakarta berencana mengembangkan berbagai program akademik lintas negara, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga penciptaan karya seni kolaboratif.

“Kita akan bekerja sama dengan Timor Leste untuk menjalankan beberapa program terkait akademik, termasuk kolaborasi antar-mahasiswa yang dapat mewujudkan persatuan di antara dua negara,” ujar Dr. Bondet.

Menurutnya, seni dan budaya memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Timor Leste melalui ruang akademik yang inklusif.

Perkuat Upaya Tari Likurai Menuju UNESCO

Komitmen ISI Surakarta juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Belu yang tengah mendorong Tari Likurai agar mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Dukungan kalangan akademisi dinilai penting karena tidak hanya memperkuat aspek artistik, tetapi juga menyediakan kajian ilmiah, dokumentasi, dan pendampingan yang dibutuhkan dalam proses pengusulan di tingkat internasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Tari Likurai sebagai identitas budaya masyarakat perbatasan yang menjadi kebanggaan Indonesia dan Timor Leste.

Apresiasi untuk Pemkab Belu

Rektor ISI Surakarta juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Belu atas kepercayaan yang diberikan kepada ISI Surakarta.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi seni tidak hanya berperan dalam dunia pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah, penguatan identitas budaya, dan diplomasi antarbangsa.

Dengan komitmen tersebut, Kabupaten Belu kini memiliki mitra strategis yang tidak hanya menghadirkan pendidikan seni berkualitas, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi budaya lokal untuk dikenal hingga tingkat internasional.

Dampak bagi Masyarakat Belu

Keberlanjutan kerja sama antara ISI Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Belu membawa harapan baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin mengembangkan potensi di bidang seni dan budaya.

Melalui kolaborasi pendidikan, riset, dan pertukaran budaya, masyarakat Belu berpeluang memperoleh akses yang lebih luas terhadap pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pusat budaya di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste. (*/rb1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *