Kampung Adat Duarato Sambut Tri Tito Karnavian, Budaya Bunaq Didorong jadi Destinasi Wisata Unggulan

kampung adat duarato-4
Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian bersama para pejabat tingkat nasional, menghadiri Ritual Ukun Naran Bunaq di Kampung Adat Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Kamis (25/6/2026). (Foto: Prokopim Belu)
  • Bagikan

Prosesi penyambutan dilanjutkan dengan tradisi Siri Pinang atau En Boal Gege Molo Lok, yang merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu kehormatan.

Menyaksikan Langsung Tradisi yang Masih Hidup

Dalam kunjungannya, Tri Tito Karnavian diajak melihat langsung kehidupan masyarakat adat yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi turun-temurun.

Baca Juga:
Pemkab Belu dan UGM Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Timor Leste, Fokus Pembangunan 2025–2029

Anak-anak memainkan permainan tradisional Barut Gete atau lempar kemiri, sementara kaum perempuan dan laki-laki bersama-sama memintal benang melalui tradisi Gugul Hili Tei Lili Pan Mone yang diiringi pantun adat sebagai hiburan saat bekerja.

Rombongan juga menyaksikan berbagai aktivitas budaya lainnya, seperti menganyam tanasak (Takasien), menumbuk jagung (Paol Gao), menenun kain (Tais Selu), hingga menggulung benang (Suta Hulun).

Seluruh aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Lamaknen masih menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Musyawarah Adat hingga Ritual Holek jadi Daya Tarik

Selain menyaksikan aktivitas masyarakat, Ketua TP PKK Pusat juga melihat langsung tradisi musyawarah adat yang masih dipertahankan oleh berbagai suku di Kampung Adat Duarato.

Suku Uma Metan Purbelis membahas tata cara adat masuk minang, sedangkan Suku Sobo Wai Oelleu bermusyawarah mengenai pembangunan rumah adat.

Baca Juga:
Penertiban Pasar Baru Atambua, Pemkab Belu Tertibkan Parkir Liar dan Pedagang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version