Prosesi penyambutan dilanjutkan dengan tradisi Siri Pinang atau En Boal Gege Molo Lok, yang merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu kehormatan.
Menyaksikan Langsung Tradisi yang Masih Hidup
Dalam kunjungannya, Tri Tito Karnavian diajak melihat langsung kehidupan masyarakat adat yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi turun-temurun.
Anak-anak memainkan permainan tradisional Barut Gete atau lempar kemiri, sementara kaum perempuan dan laki-laki bersama-sama memintal benang melalui tradisi Gugul Hili Tei Lili Pan Mone yang diiringi pantun adat sebagai hiburan saat bekerja.
Rombongan juga menyaksikan berbagai aktivitas budaya lainnya, seperti menganyam tanasak (Takasien), menumbuk jagung (Paol Gao), menenun kain (Tais Selu), hingga menggulung benang (Suta Hulun).
Seluruh aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Lamaknen masih menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Musyawarah Adat hingga Ritual Holek jadi Daya Tarik
Selain menyaksikan aktivitas masyarakat, Ketua TP PKK Pusat juga melihat langsung tradisi musyawarah adat yang masih dipertahankan oleh berbagai suku di Kampung Adat Duarato.
Suku Uma Metan Purbelis membahas tata cara adat masuk minang, sedangkan Suku Sobo Wai Oelleu bermusyawarah mengenai pembangunan rumah adat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










