“Jika kita bersahabat, kita akan hidup berdampingan dengan damai, tenteram, dan sejahtera. Sebaliknya, konflik hanya akan menghambat kehidupan dan pembangunan,” kata Jhoni.
Ia berharap semangat persahabatan yang lahir dari Belu dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia.
“Mari kita pancarkan cahaya persahabatan dan perdamaian dari Atambua, Belu, dan Nusa Tenggara Timur untuk dunia,” ajaknya.
Dihadiri Delegasi Internasional
Jhoni Asadoma juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Anthony Greco beserta rombongan dari Kanada yang hadir mendukung pelaksanaan festival.
Menurutnya, kehadiran delegasi internasional, termasuk perwakilan Konsulat Timor Leste di Atambua, menunjukkan bahwa Belu memiliki peran strategis sebagai jembatan persahabatan antarbangsa.
Festival Digelar Selama Empat Hari
Pembukaan Festival Persahabatan Internasional 2026 ditandai dengan prosesi pemukulan Tihar secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTT, Dr. Anthony Greco, Bupati Belu, serta para tokoh agama.
Festival dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua.
Turut menghadiri pembukaan acara antara lain Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Ketua Majelis Pertimbangan PGI, Ketua MUI, perwakilan Universitas Pertahanan Belu, perwakilan Agen Konsulat Timor Leste di Atambua, unsur Forkopimda Kabupaten Belu, Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh adat, serta pimpinan organisasi kemahasiswaan. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










