Atambua, RakyatBelu.ID – Pemerintah Kabupaten Belu mulai menyusun masterplan pengembangan kawasan perkotaan Atambua dengan menggandeng tim ahli dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Langkah strategis tersebut dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dipimpin langsung Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis (30/4/2026).
Dalam forum itu, tim perencana UGM yang dipimpin Profesor Arif memaparkan laporan antara, meliputi penentuan delineasi tiga kawasan, desain ruang terbuka hijau (RTH) dan museum, analisis relokasi warga tidak layak huni, hingga aspek legalitas masterplan.
Atambua sebagai Beranda Depan RI
Bupati Willy Lay menegaskan pentingnya penataan Kota Atambua mengingat posisinya yang sangat strategis sebagai wilayah perbatasan langsung dengan Timor Leste, khususnya ibu kota Dili yang hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan.
“Kita ini beranda depan Indonesia. Orang dari Timor Leste akan membandingkan Dili dengan Atambua. Kota harus terlihat cantik, tapi pertumbuhan ekonomi juga harus terjadi,” tegasnya.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Belu berada di kisaran 6 persen. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan hingga 7 persen melalui perencanaan yang matang dan terintegrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
