“45 Kilometer bukan sekadar jarak, tetapi simbol semangat perjuangan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara. Mari kita gelorakan semangat kemerdekaan dari tapal batas NKRI,” ujar Willybrodus Lay.
Tahun Depan Start Direncanakan Sore Hari
Bupati Belu juga mengungkapkan rencana untuk meningkatkan kemeriahan kegiatan serupa pada tahun depan.
Ia mengatakan, peserta Gerak Jalan 45 Kilometer direncanakan dilepas lebih awal, yakni sekitar pukul 16.00 atau 17.00 WITA. Dengan waktu pelepasan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk menyaksikan langsung keberangkatan para peserta.
“Saya ingin kemeriahan semarak kemerdekaan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pada sore hari juga dapat memberikan suasana yang lebih semarak karena masyarakat dapat berkumpul dan memberikan dukungan kepada para peserta sebelum mereka memulai perjalanan panjang.
Gerak Jalan 45 Kilometer menjadi salah satu kegiatan yang memiliki nilai simbolis bagi Kabupaten Belu sebagai daerah yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Semangat perjuangan yang ditampilkan para peserta dinilai sejalan dengan semangat masyarakat di wilayah perbatasan dalam menjaga persatuan, nasionalisme dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemkab Belu Kembali Buka Peluang Kerja ke Jepang
Selain melepas peserta gerak jalan, Bupati Belu juga menyampaikan informasi mengenai rencana pembukaan kembali pendaftaran dan seleksi tenaga kerja untuk peluang bekerja di Jepang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










