Ia mengungkapkan bahwa sekitar satu dekade lalu, kawasan tersebut hanyalah sebuah bukit kosong tanpa fasilitas maupun bangunan ikonik. Namun dari sebuah gagasan sederhana yang lahir bersama rekan-rekannya, muncul impian untuk menghadirkan patung Bunda Maria sebagai simbol iman dan persatuan umat.
“Sepuluh tahun lalu kami berdiri di tempat ini dan bertekad bahwa suatu hari akan berdiri Patung Bunda Maria. Malam ini kita menyaksikan bersama bahwa apa yang dahulu hanya mimpi kini berdiri megah dan menjadi tempat berkumpulnya ribuan umat,” ungkapnya dengan penuh haru.
Menurut Willy Lay, keberhasilan pembangunan kawasan wisata rohani tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat, bukan pencapaian individu atau kelompok tertentu.
Ia meyakini bahwa perjalanan panjang tersebut lahir dari semangat kebersamaan, iman yang kuat, dan tuntunan Roh Kudus yang bekerja melalui banyak pihak.
Dorong jadi Agenda Tahunan
Pada kesempatan itu, Willy Lay mengajak seluruh umat Katolik untuk menjadikan Ave Maria Night sebagai agenda tahunan di Teluk Gurita.
Menurutnya, tradisi tersebut dapat menjadi sarana memperkuat iman, mempererat persaudaraan, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata rohani Kabupaten Belu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










