FTZ Dinilai jadi Solusi Strategis Kembangkan Ekonomi Perbatasan RI–Timor Leste

Reporter : Rocky Editor: Semy
paul liyanto
Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Abraham Paul Liyanto
  • Bagikan

“Kalau hanya dibatasi tanpa solusi, maka aktivitas ilegal akan terus hidup,” tegasnya.

FTZ Dorong Ekonomi Legal di Perbatasan

Menurut Abraham, penerapan FTZ dapat mengubah wajah kawasan perbatasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang legal, terstruktur, dan berkelanjutan.

Ia menilai, keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) perlu dioptimalkan agar tidak hanya berfungsi sebagai pintu keluar masuk orang dan barang, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi lintas negara.

Abraham mengaku telah mengusulkan konsep FTZ kepada pemerintah pusat sebagai langkah konkret dalam menghidupkan perdagangan antara Indonesia dan Timor Leste.

Jika diterapkan, kawasan FTZ diyakini akan menjadi jalur distribusi utama barang antarnegara sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan perbatasan.

Usulan Pajak Ringan dan Peran Pelaku Lokal

Keberhasilan FTZ, lanjutnya, sangat bergantung pada kemudahan akses usaha bagi masyarakat perbatasan, termasuk dalam hal legalitas dan kebijakan perpajakan yang kompetitif.

Baca Juga:
Wabup Belu Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo untuk Jamaah Masjid Al-Ikhlas Halilulik

Ia bahkan mengusulkan agar tarif pajak di kawasan FTZ dapat ditekan hingga di bawah 10 persen guna menarik minat pelaku usaha.

Selain itu, Abraham mendorong mekanisme distribusi barang yang melibatkan pelaku usaha lokal sebagai penghubung utama perdagangan antara Indonesia dan Timor Leste.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version