Kedua, peningkatan kualifikasi dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa bagi guru yang belum S1/D4, pelatihan kompetensi, serta peningkatan tunjangan termasuk bagi guru honorer.
Ketiga, penguatan karakter dan budaya sekolah melalui konsep ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah), pencegahan perundungan, serta program pembiasaan seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Makan Bergizi Gratis, dan kegiatan kepramukaan.
Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran dengan fokus pada literasi, numerasi, dan STEM, serta penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu pendidikan.
Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus melalui sistem sekolah inklusi.
Usai membacakan amanat Menteri, Bupati Willybrodus Lay menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Belu. Ia mengajak para guru dan siswa untuk mulai menanam pohon kelapa sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan ekonomi keluarga.
“Dengan menanam pohon kelapa, kita menyiapkan sumber pangan, sumber ekonomi, serta warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menggaungkan gerakan “Indonesia Bersih” dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah hingga desa, untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
