Atambua, RakyatBelu.ID – Pemerintah Kabupaten Belu terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah perbatasan. Hal ini terlihat dalam kegiatan panen jagung yang dilakukan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Giat Makmur, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Sabtu (14/3/2026).
Panen tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian serta Kabag Prokopim Setda Belu.
Momentum panen jagung ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan kerja keras petani mampu menghasilkan produksi yang optimal guna menjaga stabilitas pangan di kawasan perbatasan negara.
Di hadapan para petani, Wakil Bupati Belu menegaskan bahwa hasil panen yang melimpah tahun ini menjadi indikator positif tercukupinya kebutuhan pangan masyarakat.
“Kehadiran kami hari ini untuk memastikan secara langsung bahwa hasil kerja petani dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Belu tahun ini sangat mencukupi. Kami mengapresiasi kerja keras Poktan Giat Makmur dan berharap konsistensi ini terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar produktivitas pertanian, khususnya jagung, terus ditingkatkan dari tahun ke tahun guna memperkuat posisi Belu sebagai daerah penyangga pangan di wilayah perbatasan RI.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Belu, Vincensius Kurniawan Laka, ST, turut memberikan apresiasi atas dedikasi para petani di Desa Manleten. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan melalui penyuluhan serta bantuan sarana dan prasarana pertanian.
Menurutnya, Poktan Giat Makmur layak dijadikan contoh bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Belu.
“Pemerintah berkomitmen mendukung petani melalui penyuluhan dan distribusi sarana produksi yang tepat sasaran, sehingga ke depan hasil panen bisa terus meningkat,” jelasnya.
Keberhasilan panen ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi kelompok tani lain di seluruh wilayah Belu untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, sektor pertanian diyakini tetap menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh sekaligus garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan di kawasan perbatasan. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










