Topik : 

Panen Tomat di Desa Rafae Belu, Dorong Ketahanan Pangan hingga Peluang Ekspor ke Timor Leste

tanaman tomat
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, bersama perwakilan PT Agrinas Pangan Nusantara NTT, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, Plt Kepala Dinas Pertanian, serta Kabag Prokopim Setda Belu. (Foto: Dok. PKP Setda Kabupaten Belu)
  • Bagikan

Atambua, RakyatBelu.ID Suasana ceria dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan panen tomat di Desa Rafae, Kabupaten Belu, Sabtu (14/3/2025). Kegiatan ini menjadi simbol penguatan sektor pertanian sekaligus upaya mendorong ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Panen tomat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, bersama perwakilan PT Agrinas Pangan Nusantara NTT, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, Plt Kepala Dinas Pertanian, serta Kabag Prokopim Setda Belu.

Baca Juga:
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS Pekan Depan, Dipicu Konflik Timur Tengah

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belu menegaskan pentingnya diversifikasi komoditas pertanian bagi masyarakat. Ia mendorong petani tidak hanya bergantung pada tomat, tetapi juga mengembangkan tanaman hortikultura lainnya seperti lombok dan jagung.

“Hari ini kita melakukan panen tomat di Desa Rafae. Semoga masyarakat terus berproduksi, tidak hanya tomat tetapi juga lombok, jagung, dan lainnya. Dengan begitu, ketahanan pangan di Kabupaten Belu tetap terjaga, harga pasar bisa ditekan, serta ekonomi keluarga dan daerah meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Agrinas Pangan Nusantara NTT, Joao Xavier Barreto Nunes, menyebut hasil panen ini sebagai bukti nyata keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Ia menjelaskan, hasil produksi tomat dari Desa Rafae akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan distribusi pangan lokal.

“Ini merupakan salah satu wujud ketahanan pangan yang nantinya akan masuk ke Koperasi Merah Putih. Jika ke depan terjadi kelebihan stok, maka kita akan kirim ke kabupaten tetangga bahkan hingga Timor Leste,” jelasnya.

Lebih lanjut, komoditas tomat dari Rafae juga berpotensi masuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena kualitasnya yang dinilai segar dan layak konsumsi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum panen, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani di kawasan perbatasan, sekaligus memperkuat posisi Belu sebagai salah satu lumbung hortikultura di Nusa Tenggara Timur. (*/rb1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version