Sementara itu, Sekretaris Utama BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menegaskan bahwa penataan jalur ekspor-impor di kawasan PLBN Motaain dirancang untuk menjawab kebutuhan perdagangan jangka panjang.
Ia menyebut pemerintah tidak hanya memikirkan kebutuhan saat ini, tetapi juga mengantisipasi lonjakan aktivitas ekonomi hingga 10 sampai 20 tahun mendatang.
“Hari ini kita meninjau langsung jalur ekspor-impor agar operasionalnya nanti tidak mengganggu aktivitas rutin di PLBN Motaain. Yang kita pikirkan adalah 10 hingga 20 tahun ke depan; jangan sampai aktivitas ekonomi ini menghambat pelayanan publik di PLBN,” tegas Makhruzi.
Ia juga mengungkapkan bahwa operasional Terminal Barang Internasional nantinya akan ditangani sepenuhnya oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung akan ditambah untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan akurasi data barang impor.
Fasilitas tersebut meliputi penambahan perangkat CCTV untuk pengawasan serta penggantian timbangan portabel menjadi timbangan statis guna meningkatkan ketepatan data barang yang melintas di kawasan perbatasan.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan infrastruktur pendukung di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










