Ia menjelaskan, berbagai bentuk intervensi pemerintah, mulai dari pembangunan jaringan irigasi, pengolahan lahan, bantuan pupuk, hingga peningkatan produktivitas pertanian, sangat bergantung pada data yang diinput oleh para penyuluh melalui aplikasi resmi Kementerian Pertanian.
Semakin cepat dan akurat data dimasukkan ke dalam sistem, semakin besar peluang Kabupaten Belu memperoleh perhatian dan dukungan program dari pemerintah pusat.
Selain mempercepat validasi data, Wabup Vicente juga menginstruksikan seluruh PPL untuk segera memetakan lahan-lahan potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemetaan tersebut harus dilakukan secara rinci dengan membedakan luas lahan kering dan lahan basah berdasarkan satuan hektare agar perencanaan pembangunan pertanian lebih tepat sasaran.
Ia menilai, data spasial yang lengkap akan memudahkan pemerintah daerah menyusun program pengembangan pertanian sesuai kondisi riil di lapangan.
Tidak hanya menyoroti aspek teknis, Vicente juga mengingatkan para penyuluh mengenai tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, seluruh petani di Kabupaten Belu harus mendapatkan pendampingan tanpa membedakan latar belakang maupun hubungan kekerabatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










