“Kompleksitas persoalan masyarakat tidak bisa lagi diselesaikan secara sendiri-sendiri. Kehadiran kita hari ini adalah implementasi nyata dari spirit Galatia 6 ayat 2, bertolong-tolonganlah menanggung beban. Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab Kupang dan Sinode GMIT,” ujar Jefri.
Program tersebut diharapkan dapat menciptakan kelompok jemaat yang mampu menghasilkan sumber protein hewani secara mandiri sekaligus memiliki usaha yang menghasilkan pendapatan.
Atasi Kendala Budidaya Ayam di Tingkat Jemaat
Selama ini, sebagian masyarakat masih menghadapi kendala dalam budidaya ayam. Keterbatasan pengetahuan mengenai penyakit ternak, biosekuriti, pakan dan manajemen kandang menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap sumber protein hewani berkualitas juga menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Karena itu, program Undana, GMIT dan Pemkab Kupang diarahkan untuk mengintervensi kedua persoalan tersebut secara bersamaan.
Dukungan hibah Rp600 juta akan memperkuat aspek permodalan, sedangkan transfer teknologi dan pendampingan pakar Undana diharapkan meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola peternakan secara profesional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





