iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Undana, GMIT dan Pemkab Kupang Kolaborasi Budidaya Ayam, Siapkan Hibah Rp600 Juta untuk Jemaat

Avatar photo
PKM GMIT Undana
Peluncuran program dihadiri Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Banyamin Pandie, S.Th., dan Bupati Kupang Yosef Lede, S.H. (Foto: Humas Undana)
  • Bagikan

Kupang, RakyatBELU.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat kolaborasi dengan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk meningkatkan ketahanan pangan, pemenuhan gizi serta pendapatan keluarga jemaat melalui budidaya ayam.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Jemaat Melalui Budidaya Ayam Sebagai Sumber Gizi dan Pendapatan Keluarga”.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Ribuan Penonton Padati Konser Musik FSKK IAKN Kupang, Mahasiswa Tampilkan Karya dan Aransemen Terbaik

Diseminasi awal program resmi dibuka di Aula Rektorat Undana, Kupang, Sabtu (22/8/2026).

Peluncuran program dihadiri Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Banyamin Pandie, S.Th., dan Bupati Kupang Yosef Lede, S.H.

Program ini dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan akses protein hewani, masalah tengkes atau stunting hingga kebutuhan peningkatan pendapatan keluarga jemaat di NTT.

Pemkab Kupang Siapkan Hibah Rp600 Juta

Salah satu dukungan penting dalam program tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten Kupang.

Bupati Kupang Yosef Lede berkomitmen menyediakan dana hibah sebesar Rp600 juta bagi kelompok jemaat potensial yang ingin mengembangkan usaha peternakan ayam.

Dukungan permodalan tersebut akan dipadukan dengan pendampingan akademik dan teknis dari Undana serta dukungan struktur gereja melalui GMIT.

Dengan pola tersebut, kelompok jemaat diharapkan tidak hanya mampu memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga mengembangkan peternakan sebagai unit usaha produktif.

Undana Berikan Pendampingan dari DOC hingga Pemasaran

Ketua Tim PKM Undana yang juga Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., akan memimpin pendampingan teknis bagi kelompok penerima program.

Materi yang diberikan mencakup pemilihan anak ayam atau Day Old Chicken (DOC), manajemen perkandangan, formulasi pakan, penerapan standar biosekuriti hingga strategi pemasaran.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan yang selama ini menyebabkan usaha budidaya ayam masyarakat tidak berkembang secara optimal.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memfasilitasi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi agar mencetak kelompok jemaat yang mampu menjalankan usaha peternakan mandiri, menerapkan biosekuriti yang baik, serta mengembangkan pemasaran secara berkelanjutan,” ujar Annytha.

Selain pelatihan, Undana juga menyiapkan pusat pemodelan peternakan ayam terpadu di kawasan Petuk.

Pusat pemodelan tersebut akan menggambarkan proses budidaya ayam mulai dari fase DOC hingga bertelur. Model tersebut juga dilengkapi buklet panduan yang disusun oleh para pakar Undana.

Libatkan 130 Peserta, Program Diperluas ke Rote

Diseminasi awal program melibatkan 130 peserta. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan secara luring sebagai perwakilan Ketua Klasis Teritori Kupang, Daratan dan Semau, sementara 100 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Program pemberdayaan ini juga direncanakan diperluas ke wilayah Rote pada September 2026.

Pelibatan struktur gereja menjadi salah satu strategi utama dalam menjalankan program hingga tingkat masyarakat.

Tokoh agama dinilai memiliki kedekatan serta tingkat kepercayaan yang kuat di tengah masyarakat sehingga penyampaian pengetahuan mengenai budidaya ternak maupun pola konsumsi gizi dapat lebih mudah diterima.

Undana Dorong Peternakan Ayam jadi Solusi Gizi dan Ekonomi

Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale mengatakan persoalan masyarakat yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Menurutnya, perguruan tinggi, pemerintah dan gereja memiliki peran yang dapat saling melengkapi dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kompleksitas persoalan masyarakat tidak bisa lagi diselesaikan secara sendiri-sendiri. Kehadiran kita hari ini adalah implementasi nyata dari spirit Galatia 6 ayat 2, bertolong-tolonganlah menanggung beban. Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab Kupang dan Sinode GMIT,” ujar Jefri.

Program tersebut diharapkan dapat menciptakan kelompok jemaat yang mampu menghasilkan sumber protein hewani secara mandiri sekaligus memiliki usaha yang menghasilkan pendapatan.

Atasi Kendala Budidaya Ayam di Tingkat Jemaat

Selama ini, sebagian masyarakat masih menghadapi kendala dalam budidaya ayam. Keterbatasan pengetahuan mengenai penyakit ternak, biosekuriti, pakan dan manajemen kandang menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.

Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap sumber protein hewani berkualitas juga menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Karena itu, program Undana, GMIT dan Pemkab Kupang diarahkan untuk mengintervensi kedua persoalan tersebut secara bersamaan.

Dukungan hibah Rp600 juta akan memperkuat aspek permodalan, sedangkan transfer teknologi dan pendampingan pakar Undana diharapkan meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola peternakan secara profesional.

Jika berjalan sesuai target, kelompok jemaat tidak hanya dapat menyediakan protein hewani untuk keluarga, tetapi juga mengembangkan hasil peternakan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan lembaga keagamaan di Nusa Tenggara Timur. (*/rb1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *