Bupati Belu Soroti Rendahnya Literasi Siswa SD, Minta Guru Fokus Baca Tulis dan Numerasi

bupati belu
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH bersalaman dengan para pengurus PGRI saat menghadiri pembukaan Lomba Paduan Suara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Belu Tahun 2026 di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis (30/4/2026). (Foto: Dok. PKP Setda Kabupaten Belu)
  • Bagikan

“Guru wajib mengajar, dan anak-anak punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Hidupkan Kembali Muatan Lokal

Selain kemampuan akademik dasar, Bupati juga mendorong pengaktifan kembali mata pelajaran muatan lokal, termasuk penggunaan bahasa daerah dalam keseharian siswa.

Baca Juga:
Bupati Belu Jajaki Sister City dengan Darwin, Peluang Kerja untuk Warga Kian Terbuka

“Banyak anak di kota yang sudah tidak bisa bahasa ibu. Ini harus kita hidupkan kembali sebagai bagian dari kearifan lokal,” katanya.

Apresiasi untuk Guru dan PGRI

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi semangat para guru yang mengikuti lomba paduan suara. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas hingga ke tingkat kecamatan bahkan regional.

Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanurius Antonius Wadan Talok, S.Pd, menyebut PGRI sebagai rumah besar perjuangan guru yang kini berkomitmen untuk bangkit setelah sempat mengalami stagnasi.

“Kami ingin menjadikan momen ini sebagai refleksi untuk memperkuat integritas dan semangat pengabdian,” ujarnya.

Baca Juga:
Gubernur NTT Tetapkan Matabesi sebagai Desa Budaya Binaan Provinsi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Lomba paduan suara ini diikuti oleh 11 tim vokal group dari berbagai wilayah di Kabupaten Belu dan turut dihadiri Ketua DPRD, pimpinan OPD, dewan juri, kepala sekolah, serta para peserta.

Momentum ini diharapkan menjadi pemicu perbaikan kualitas pendidikan di Kabupaten Belu, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dasar siswa sebagai fondasi utama pembelajaran. (*/rb1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version