“Guru wajib mengajar, dan anak-anak punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Hidupkan Kembali Muatan Lokal
Selain kemampuan akademik dasar, Bupati juga mendorong pengaktifan kembali mata pelajaran muatan lokal, termasuk penggunaan bahasa daerah dalam keseharian siswa.
“Banyak anak di kota yang sudah tidak bisa bahasa ibu. Ini harus kita hidupkan kembali sebagai bagian dari kearifan lokal,” katanya.
Apresiasi untuk Guru dan PGRI
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi semangat para guru yang mengikuti lomba paduan suara. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas hingga ke tingkat kecamatan bahkan regional.
Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanurius Antonius Wadan Talok, S.Pd, menyebut PGRI sebagai rumah besar perjuangan guru yang kini berkomitmen untuk bangkit setelah sempat mengalami stagnasi.
“Kami ingin menjadikan momen ini sebagai refleksi untuk memperkuat integritas dan semangat pengabdian,” ujarnya.
Lomba paduan suara ini diikuti oleh 11 tim vokal group dari berbagai wilayah di Kabupaten Belu dan turut dihadiri Ketua DPRD, pimpinan OPD, dewan juri, kepala sekolah, serta para peserta.
Momentum ini diharapkan menjadi pemicu perbaikan kualitas pendidikan di Kabupaten Belu, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dasar siswa sebagai fondasi utama pembelajaran. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










