Atambua, RakyatBelu.ID – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, menyoroti serius rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar (SD) di wilayahnya. Ia mengaku prihatin karena masih ditemukan siswa yang akan naik ke kelas 5 namun belum mampu menulis nama sendiri.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Lomba Paduan Suara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Belu Tahun 2026 di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis (30/4/2026), dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
“Sangat memprihatinkan ketika anak mau naik kelas 5 tapi belum bisa menulis nama sendiri. Lulusan SD harus sudah bisa baca dan tulis dengan baik,” tegas Bupati Willy Lay.
Ia meminta seluruh kepala sekolah dan guru SD untuk lebih fokus pada penguatan kemampuan dasar siswa, khususnya literasi dan numerasi. Menurutnya, kondisi pendidikan di Kabupaten Belu saat ini masih rendah, bahkan berada di peringkat tiga terbawah.
Instruksi Perubahan Sistem Pendidikan
Bupati Willy menegaskan perlunya perubahan sistemik pasca peringatan Hardiknas pada 2 Mei. Ia menginstruksikan para guru untuk secara aktif memantau siswa kelas 1 dan 2 yang belum bisa membaca dan menulis.
Guru juga diminta melibatkan orang tua dalam proses pendidikan dengan memanggil dan mengajak mereka bekerja sama memantau perkembangan anak di rumah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










