Atambua, RakyatBELU.ID – Festival Fulan Fehan (FFF) ke-4 yang digelar di Padang Sabana Fulan Fehan, Kabupaten Belu, kembali mencuri perhatian. Perhelatan budaya yang menampilkan Tari Likurai secara kolosal itu mendapat apresiasi luas dan dinilai layak menjadi salah satu festival budaya kelas dunia.
Ribuan masyarakat dan tamu undangan memadati kawasan wisata ikonik di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut untuk menyaksikan pertunjukan yang memadukan tarian tradisional, musik, dan kekayaan budaya lokal Belu.
Gubernur NTT: Festival Fulan Fehan Berkelas Dunia
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Belu, seluruh pengisi acara, serta tim Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang dinilai berhasil menyuguhkan pertunjukan budaya dengan kualitas tinggi.
Menurutnya, Festival Fulan Fehan bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Melalui perpaduan tarian, musik, dan lagu, kita melihat bagaimana persaudaraan kokoh dibangun di tapal batas. Kehadiran empat suku besar di Belu dalam festival ini membuktikan bahwa Tari Likurai mampu menyatukan kita semua. Ini adalah festival kelas dunia,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung penyelenggaraan Festival Fulan Fehan agar menjadi agenda tahunan unggulan yang mampu memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur.
Bupati Belu Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat
Bupati Belu, Willybrodus Lay, didampingi Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves, mengaku bangga atas suksesnya penyelenggaraan Festival Fulan Fehan ke-4.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, terutama para orang tua yang memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka selama proses latihan hingga tampil di panggung festival.
“Terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak, terutama orang tua yang telah merelakan anak-anaknya berlatih keras dan tampil luar biasa di Festival Fulan Fehan keempat ini. Hanya ada kata-kata terima kasih dari saya dan Pak Wakil untuk seluruh masyarakat Belu,” ujar Willybrodus Lay.
Menurutnya, keberhasilan festival tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat menjaga dan melestarikan budaya daerah.
Dapat Pujian dari Sejumlah Tokoh
Bupati Belu mengungkapkan kemegahan Festival Fulan Fehan juga mendapat apresiasi dari sejumlah tamu kehormatan yang hadir langsung di lokasi.
Selain Gubernur NTT, festival tersebut juga mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri serta sejumlah kepala daerah yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan budaya di kawasan perbatasan.
Mereka menilai konsep Festival Fulan Fehan berhasil mengangkat identitas budaya lokal sekaligus memperkuat nilai nasionalisme di wilayah perbatasan Indonesia.
Diharapkan jadi Agenda Wisata Unggulan NTT
Keberhasilan Festival Fulan Fehan ke-4 semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Nusa Tenggara Timur.
Dengan memadukan panorama Sabana Fulan Fehan yang terkenal dengan pertunjukan Tari Likurai kolosal, festival ini dinilai memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata nasional bahkan internasional.
Menutup rangkaian acara, Bupati dan Wakil Bupati Belu mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan demi menyukseskan penyelenggaraan Festival Fulan Fehan pada tahun-tahun mendatang.
“Sampai ketemu di Festival Fulan Fehan tahun depan, salam kompak selalu,” ucap Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan pengunjung.
Festival Fulan Fehan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi Kabupaten Belu sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










