Selain Gubernur NTT, festival tersebut juga mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri serta sejumlah kepala daerah yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan budaya di kawasan perbatasan.
Mereka menilai konsep Festival Fulan Fehan berhasil mengangkat identitas budaya lokal sekaligus memperkuat nilai nasionalisme di wilayah perbatasan Indonesia.
Diharapkan jadi Agenda Wisata Unggulan NTT
Keberhasilan Festival Fulan Fehan ke-4 semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Nusa Tenggara Timur.
Dengan memadukan panorama Sabana Fulan Fehan yang terkenal dengan pertunjukan Tari Likurai kolosal, festival ini dinilai memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata nasional bahkan internasional.
Menutup rangkaian acara, Bupati dan Wakil Bupati Belu mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan demi menyukseskan penyelenggaraan Festival Fulan Fehan pada tahun-tahun mendatang.
“Sampai ketemu di Festival Fulan Fehan tahun depan, salam kompak selalu,” ucap Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan pengunjung.
Festival Fulan Fehan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi Kabupaten Belu sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










