iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Belu Perkuat Pencegahan HIV/AIDS di Perbatasan Timor Leste, 450 ODHA Tercatat hingga Juni 2026

Avatar photo
rakor pemda Belu dan Tiles
Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Wilayah Perbatasan Kabupaten Belu dengan Timor Leste yang berlangsung di Aula Hotel Nusantara 1, Kamis (28/8/2026). (Foto: Prokopim Belu)
  • Bagikan

“Masyarakat di garis perbatasan hidup dalam dinamika yang cair. Mereka berpindah dari Indonesia ke Timor Leste dan sebaliknya tanpa hambatan signifikan. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur Dinas Kesehatan Kabupaten Belu selalu membuka pintu koordinasi,” ujar Daniel.

Ia juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang memungkinkan warga Timor Leste memperoleh obat antiretroviral (ARV) di Puskesmas Motaain, Belu. Sebaliknya, koordinasi pelayanan juga dapat dilakukan bagi warga Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan di Timor Leste.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Daniel menilai mekanisme tersebut perlu diperkuat melalui dokumen kesepakatan bersama atau Joint Agreement.

Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS lintas batas secara lebih terstruktur.

Bahas Akses Obat ARV hingga Mobile VCT

Dalam rapat koordinasi tersebut, peserta membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat penanganan HIV/AIDS di wilayah perbatasan.

Beberapa di antaranya meliputi penguatan sistem rujukan dan akses obat ARV lintas batas, edukasi masyarakat melalui program “Pojok Baca” dan kampanye bulanan di wilayah perbatasan.

Selain itu, dibahas pula penyediaan layanan Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi serta upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *