Atambua, RakyatBELU.ID – Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Wilayah Perbatasan Kabupaten Belu dengan Timor Leste yang berlangsung di Aula Hotel Nusantara 1, Kamis (28/8/2026).
Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya dan melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Belu, CD Bethesda Yakkum, serta Instituto Nacional de Combate ao SIDA (INCIDA) Timor Leste.
450 ODHA Tercatat di Belu hingga Juni 2026
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, M.Si, mengatakan penanganan HIV/AIDS di wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri.
Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti fenomena gunung es, di mana kasus yang terdeteksi hanya merupakan sebagian kecil dari persoalan yang sebenarnya.
“Angka kasus yang terdeteksi hanyalah ujung dari gunung es, sementara penyebaran di bawahnya seperti jaring laba-laba yang sulit dideteksi. Dengan data terakhir Juni 2026, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Belu mencapai 450 orang, dengan trend peningkatan deteksi kasus baru sepanjang tahun 2026. Kita tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat di kedua sisi perbatasan,” ungkapnya.
Menurut Umbu Niko, mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.
Aktivitas masyarakat yang melintasi perbatasan, termasuk ketika menghadiri acara adat maupun pesta keluarga, berlangsung secara dinamis sehingga membutuhkan pendekatan pencegahan yang tetap menghormati hak asasi manusia.
Target Eliminasi HIV/AIDS 2030
Pemkab Belu juga mendorong agar strategi penanganan HIV/AIDS di kawasan perbatasan sejalan dengan target nasional eliminasi HIV/AIDS pada 2030.
Target tersebut mencakup Zero New Infection, Zero Discrimination, dan Zero AIDS-related Death.
Untuk mencapainya, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada aspek medis. Edukasi masyarakat, deteksi dini, akses pengobatan, pendampingan serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA menjadi bagian penting dalam strategi penanganan.
Timor Leste Dorong Kesepakatan Bersama
Presidente INCIDA Timor Leste, Daniel Marcal, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Belu memperkuat koordinasi lintas batas.
Menurut Daniel, persoalan HIV/AIDS di kawasan perbatasan merupakan tanggung jawab bersama karena kehidupan masyarakat di kedua sisi perbatasan sangat dinamis.
“Masyarakat di garis perbatasan hidup dalam dinamika yang cair. Mereka berpindah dari Indonesia ke Timor Leste dan sebaliknya tanpa hambatan signifikan. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur Dinas Kesehatan Kabupaten Belu selalu membuka pintu koordinasi,” ujar Daniel.
Ia juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang memungkinkan warga Timor Leste memperoleh obat antiretroviral (ARV) di Puskesmas Motaain, Belu. Sebaliknya, koordinasi pelayanan juga dapat dilakukan bagi warga Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan di Timor Leste.
Daniel menilai mekanisme tersebut perlu diperkuat melalui dokumen kesepakatan bersama atau Joint Agreement.
Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS lintas batas secara lebih terstruktur.
Bahas Akses Obat ARV hingga Mobile VCT
Dalam rapat koordinasi tersebut, peserta membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat penanganan HIV/AIDS di wilayah perbatasan.
Beberapa di antaranya meliputi penguatan sistem rujukan dan akses obat ARV lintas batas, edukasi masyarakat melalui program “Pojok Baca” dan kampanye bulanan di wilayah perbatasan.
Selain itu, dibahas pula penyediaan layanan Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi serta upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.
Peserta rapat berasal dari pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, perwakilan CD Bethesda Yakkum, serta tim teknis INCIDA Timor Leste.
Rencana Peringatan Hari AIDS Sedunia di Perbatasan
Kolaborasi Indonesia dan Timor Leste dalam isu HIV/AIDS juga diarahkan pada kegiatan bersama memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2026.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara serentak di sejumlah titik perbatasan sebagai bagian dari kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS.
Melalui penguatan kerja sama lintas negara, Pemkab Belu berharap strategi pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dapat berjalan lebih efektif, humanis dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk menjadikan kawasan perbatasan Belu sebagai wilayah yang sehat dan aman, sekaligus menciptakan lingkungan masyarakat yang tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA.
Sebab, di kawasan perbatasan, persoalan kesehatan tidak berhenti pada garis batas negara. Mobilitas manusia terus berlangsung, sehingga kolaborasi Indonesia dan Timor Leste menjadi kunci untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses pencegahan, pemeriksaan, pengobatan dan pendampingan yang layak. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










