Perasaan lelah karena terus menunggu itulah yang menjadi inti dari lagu ini. Emosi tersebut terasa kuat dalam liriknya yang berbunyi, “Jangan kau tarik ulur aku lagi, sudah cukup ku yang berlari, mengejarmu yang tak pasti.”
Dengan warna musik pop emosional yang sudah menjadi ciri khasnya, Mario berhasil menyampaikan perasaan kecewa, bingung, sekaligus pasrah tanpa terdengar berlebihan. Lagu ini terasa dekat karena kisahnya begitu sederhana dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses penggarapannya, Mario menggandeng tim produser S/EEK untuk menerjemahkan cerita tersebut ke dalam aransemen yang tepat. Hasilnya adalah lagu dengan nuansa hangat dan ringan di telinga, tetapi tetap menyimpan emosi yang kuat di setiap bagian.
Secara musikal, Tarik Ulur kembali menegaskan kemampuan Mario G. Klau sebagai seorang pencerita lewat lagu.
Pendengar diajak menikmati manisnya fase awal pendekatan, sebelum perlahan merasakan kelelahan karena terus berada dalam hubungan yang tidak memiliki arah yang jelas.
Sebelumnya, Mario sempat mengeksplorasi warna musik yang lebih ceria melalui Salah Kaprah. Respons positif yang diterima lagu tersebut menunjukkan bahwa Mario mampu tampil dalam berbagai nuansa musikal tanpa kehilangan identitasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


