Jakarta, RakyatBelu.ID – Setelah memperlihatkan sisi cinta yang penuh keberanian lewat lagu Salah Kaprah, Mario G. Klau kembali hadir dengan karya terbaru berjudul Tarik Ulur.
Kali ini, penyanyi asal Atambua, Nusa Tenggara Timur tersebut mengangkat cerita yang mungkin pernah dialami banyak orang: hubungan yang terasa dekat, tetapi tak pernah benar-benar memiliki kepastian.
Dalam Tarik Ulur, Mario mengajak pendengar masuk ke dalam situasi yang sering terjadi di kehidupan nyata. Komunikasi berjalan setiap hari, perhatian terus diberikan, rasa semakin tumbuh, namun status hubungan tetap menggantung.
Semua terasa seperti sebuah hubungan, tetapi tidak pernah benar-benar disebut sebagai hubungan.
Lagu ini lahir dari pengalaman dan pengamatan pribadi Mario terhadap dinamika percintaan yang sering membuat seseorang terjebak dalam harapan.
Awalnya hanya obrolan ringan, lalu mulai saling mencari kabar, membalas unggahan di media sosial, hingga muncul sapaan akrab yang membuat hubungan terasa semakin spesial.
Namun ketika pertanyaan tentang masa depan dan kepastian mulai muncul, jawaban yang datang justru tidak pernah jelas.
“Cerita yang cukup menarik buat Mario secara pribadi, belajar dari suatu hubungan saja sih. Oh gini loh rasanya ditarik-ulur,” ungkap Mario.
Perasaan lelah karena terus menunggu itulah yang menjadi inti dari lagu ini. Emosi tersebut terasa kuat dalam liriknya yang berbunyi, “Jangan kau tarik ulur aku lagi, sudah cukup ku yang berlari, mengejarmu yang tak pasti.”
Dengan warna musik pop emosional yang sudah menjadi ciri khasnya, Mario berhasil menyampaikan perasaan kecewa, bingung, sekaligus pasrah tanpa terdengar berlebihan. Lagu ini terasa dekat karena kisahnya begitu sederhana dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses penggarapannya, Mario menggandeng tim produser S/EEK untuk menerjemahkan cerita tersebut ke dalam aransemen yang tepat. Hasilnya adalah lagu dengan nuansa hangat dan ringan di telinga, tetapi tetap menyimpan emosi yang kuat di setiap bagian.
Secara musikal, Tarik Ulur kembali menegaskan kemampuan Mario G. Klau sebagai seorang pencerita lewat lagu.
Pendengar diajak menikmati manisnya fase awal pendekatan, sebelum perlahan merasakan kelelahan karena terus berada dalam hubungan yang tidak memiliki arah yang jelas.
Sebelumnya, Mario sempat mengeksplorasi warna musik yang lebih ceria melalui Salah Kaprah. Respons positif yang diterima lagu tersebut menunjukkan bahwa Mario mampu tampil dalam berbagai nuansa musikal tanpa kehilangan identitasnya.
Melalui Tarik Ulur, Mario kembali membuktikan bahwa lagu-lagu sederhana yang lahir dari pengalaman manusia sehari-hari masih memiliki tempat istimewa di hati pendengar.
Sebab pada akhirnya, hampir semua orang pernah berada di posisi yang sama: berharap pada seseorang yang tak kunjung memberi kepastian. (*/rb1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


