“Ketika berada di desa, jangan lagi berpikir sebagai mahasiswa Undana ataupun UGM. Hadirlah sebagai satu keluarga yang membawa semangat kolaborasi dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” tegas Prof. Jefri Bale.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Belu. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa pemda memfasilitasi tiga unit bus untuk mobilitas mahasiswa dan logistik ke lokasi. Selama masa KKN, mahasiswa akan mengeksekusi berbagai program kerja terukur yang memadukan berbagai bidang keilmuan.
Kawasan Perbatasan jadi Prioritas Strategis Nasional
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UGM, Dr. Muhammad Sulaiman, menjelaskan bahwa wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste menjadi salah satu fokus utama dalam program KKN UGM tahun ini.
Ia berharap KKN Kolaborasi Undana UGM 2026 ini tidak hanya berhenti pada aktivitas pengabdian, melainkan menjadi batu loncatan untuk kerja sama yang lebih luas di masa depan, seperti riset bersama mengenai pembangunan kawasan tertinggal.
“Kawasan tapal batas memiliki nilai strategis yang besar. Program ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kolaborasi yang lebih masif di masa mendatang,” ujarnya.
Menjadi Pemantik Mimpi Anak-Anak di Tapal Batas
Selain membawa program pembangunan berbasis masyarakat, kehadiran mahasiswa dari dua universitas ternama ini mengemban misi sosial yang tidak kalah penting: menghadirkan inspirasi bagi generasi muda di beranda terdepan Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










