“Kita tidak ingin mahasiswa hanya datang ke desa, melaksanakan kegiatan, kemudian pulang dan semuanya selesai. Kita ingin kehadiran mahasiswa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
Lebih penting dari itu adalah memastikan manfaat program tetap dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Pengetahuan, keterampilan, inovasi maupun kegiatan yang telah dimulai selama KKN diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat.
“Kalau masyarakat masih mampu melanjutkan sesuatu yang telah dimulai bersama, maka di situlah kita melihat sebuah dampak,” ujarnya.
GENTASKIN Dinilai Relevan dengan Persoalan Kemiskinan
Vicente menilai tema GENTASKIN yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan Kabupaten Belu.
Menurutnya, kemiskinan tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan pendapatan. Masalah tersebut juga berhubungan dengan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, keterampilan, produktivitas dan berbagai persoalan sosial ekonomi lainnya.
Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





