Ia berharap mahasiswa membawa pulang bukan hanya pengalaman akademik, tetapi juga cerita mengenai kehidupan, budaya dan masyarakat Kabupaten Belu.
“Belu adalah sahabat. Saudara datang ke Belu sebagai mahasiswa, tetapi kami berharap saudara pulang dari Belu sebagai sahabat,” ujarnya.
Menurut Vicente, hubungan yang telah terbangun selama KKN dapat menjadi pintu bagi kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.
Ia bahkan berharap para mahasiswa suatu saat kembali ke Belu bukan lagi sebagai peserta KKN, melainkan sebagai mitra pembangunan.
“Jangan datang lagi hanya sebagai mahasiswa KKN. Datanglah sebagai mitra pembangunan, sebagai peneliti, akademisi, pengusaha, profesional, birokrat, atau apa pun profesi saudara nantinya. Belu akan selalu terbuka untuk saudara,” katanya.
Hasil KKN Diharapkan Berkelanjutan
Vicente juga menitipkan pesan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar berbagai hal positif yang telah dimulai bersama mahasiswa dapat terus dikembangkan.
Inovasi yang telah lahir selama KKN diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan desa.
“Kalau ada inovasi, kembangkan. Kalau ada pengetahuan, teruskan. Kalau ada kelompok masyarakat yang mulai berkembang, dampingi. Karena yang kita harapkan bukan hanya kegiatan, tetapi keberlanjutan,” ujar Vicente.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





