iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Belu Mulai Gerakan Minum Susu Anak PAUD, Fokus Cegah Stunting dan Bangun Generasi Sehat

Avatar photo
Minum Susu
Acara minum susu bersama di depan Plaza Perizinan Atambua, Senin (7/9/2026). (Foto: Prokopim Belu)
  • Bagikan

Atambua, RakyatBELU.ID – Pemerintah Kabupaten Belu mulai menggerakkan program pemenuhan gizi anak melalui Gerakan Minum Susu bagi Anak PAUD. Program ini diarahkan untuk memperkuat asupan gizi sekaligus mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Peluncuran ditandai dengan kegiatan minum susu bersama di depan Plaza Perizinan Atambua, Senin (7/9/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Festival Fulan Fehan 2026 Siap Digelar, Belu Matangkan Persiapan Sambut Tamu Internasional

Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak PAUD bersama guru, orang tua, pemerintah kecamatan, kelurahan serta Tim Penggerak PKK.

Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten untuk mendukung kesehatan dan kualitas tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Belu.

Usia Dini jadi Masa Penting Pemenuhan Gizi

Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Belu, Romualdus T.J. Jossetiyawan Manek, S.Pt., yang mewakili Bupati Belu, mengatakan Gerakan Minum Susu merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak.

Menurutnya, usia di bawah enam tahun merupakan masa emas pertumbuhan sehingga kebutuhan gizi anak harus mendapat perhatian serius.

“Program Gerakan Minum Susu bagi anak-anak PAUD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dan sangat penting untuk meningkatkan status gizi anak, mendukung pertumbuhan fisik yang sehat, serta meletakkan dasar kecerdasan sejak usia dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemenuhan gizi pada masa tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan otak dan kemampuan anak.

Karena itu, pemenuhan gizi perlu dilakukan secara bersama-sama, baik melalui lingkungan pendidikan maupun keluarga.

Gerakan Minum Susu jadi Bagian Pencegahan Stunting

Program Gerakan Minum Susu Anak PAUD Belu diarahkan untuk membantu mencegah stunting, mendukung pertumbuhan fisik serta menunjang perkembangan otak dan kecerdasan anak.

Pemberian susu nantinya dilakukan secara berkala di lembaga PAUD.

Namun, pemerintah mengingatkan bahwa susu bukan satu-satunya sumber gizi. Pemberiannya diharapkan dikombinasikan dengan makanan bergizi seimbang, termasuk telur dan buah.

Dengan pola tersebut, pemenuhan kebutuhan gizi anak diharapkan tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan atau minuman, tetapi menjadi bagian dari pola konsumsi yang beragam dan seimbang.

Pemkab Belu Tekankan Peran Orang Tua

Keberhasilan program tersebut juga sangat bergantung pada peran keluarga.

Kepala Dinas Sosial dan PMD Belu menegaskan, waktu anak berada di sekolah relatif lebih sedikit dibandingkan waktu yang mereka habiskan di lingkungan keluarga.

“Waktu anak di sekolah hanya sepertiga dari waktunya. Dua pertiga waktu lainnya berada di lingkungan keluarga. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesinambungan pola asuh dan pemenuhan gizi di rumah,” katanya.

Karena itu, orang tua diharapkan melanjutkan kebiasaan makan dan minum bergizi ketika anak berada di rumah.

Sekolah dan pemerintah dapat membantu membangun kebiasaan tersebut, tetapi keluarga menjadi lingkungan utama yang menentukan keberlanjutan pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

Semua Pihak Diminta Terlibat

Pemkab Belu juga mengajak camat, lurah, guru dan orang tua untuk bersama-sama memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang memadai.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar Gerakan Minum Susu tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita sebagai orang tua dan pemimpin adalah ketika generasi penerus kita mampu melampaui, atau setidaknya setara dengan kita,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa investasi pada kesehatan dan gizi anak merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Belu.

Anak-anak yang tumbuh sehat dan mendapatkan dukungan gizi sejak usia dini diharapkan memiliki fondasi yang lebih baik untuk berkembang, belajar dan mencapai potensi mereka.

Gerakan Minum Susu Diharapkan Berjalan Konsisten

Setelah diluncurkan, Gerakan Minum Susu bagi Anak PAUD Kabupaten Belu diharapkan dapat dilaksanakan secara konsisten di berbagai lembaga PAUD.

Pemerintah berharap program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemenuhan gizi anak, mencegah stunting serta mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan sejak usia dini.

Lebih dari sekadar segelas susu, gerakan ini membawa pesan bahwa membangun masa depan Belu harus dimulai dari hal mendasar: memastikan anak-anak tumbuh sehat, mendapatkan gizi yang cukup dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal sejak masa emas pertumbuhan. (*/rb1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatBelu.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *